separuh rembulan tergantung di titik zenit
separuh satunya ditelan oleh demit
separuhnya lagi menantikan mentari terbit
separuh-separuh yang lain bersembunyi di balik bukit
sedikit kuningnya melingkar
sebagian besar memudar
sebagiannya lagi berpencar
sisanya menghindar
satu dua bintang mengintip malu-malu
tiga empat ragu-ragu akan muncul atau diam menunggu
lima ribuan tidak bisa membuka pintu
entah berapa banyak yang lain di luar kerucut masa lalu
sebuah malam yang kurang mendukung
separuh rembulan hanya diam mematung
satu dua bintangpun cuma berkelip murung
angkasa rata oleh mendung yang juga bingung
separuh malam ditemani jangkrik berlagu pilu
separuh langit berwarna kelabu
separuh rembulan dengan seringainya yang mengganggu
separuhnya lagi merindukanmu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar