Semacam Rindu
Lelaki yang duduk bersamamu di teduh
beringin saat bel istirahat berdentang
Bercerita tentang air yang jernih,
embun yang sejuk, dan angin yang tenang
Jernihnya air yang tak dapat
menandingi senyum bibirmu
Sejuknya embun yang tak sebanding
dengan tatap matamu
Tenangnya angin yang tak bisa
mengalahkan tenang sikapmu
Aku cemburu
Lelaki yang terlentang di sampingmu
di padang bunga sore hari yang cerah
Melukisi langit luas tak bertiang
dengan warna jingga, lembayung, dan merah
Mengukir awan menjadi beraneka bentuk
tumbuhan dan hewan
Menggores sejuta warna pelangi dengan
dua tangan kanan kalian
Menghitung kawanan unggas yang
bermigrasi dari pegunungan
Aku cemburu
Lelaki yang tertawa lepas bersamamu
ibarat ketilang baru keluar dari sangkar
Bersenda gurau di ruang kelas, di
sepanjang jalan, dan di tepi sungai yang lebar
Menertawakan keluguanmu membiarkan
mata kailmu yang tanggal
Kau tertawakan kekonyolannya ketika
tercebur di air dangkal
Ditertawakan oleh orang lain saat kau
merajuk karena ditinggal
Aku cemburu
Lelaki yang berjalan di sampingmu
pada malam lima belas saat bulan merekah
Menerbangkanmu ke Venus yang kuning,
Sirius yang terang, dan Sombrero yang indah
Merangkai gemintang menjadi mahkota
di atas lurus rambutmu
Mengejar lintang alihan yang melintas
di sela bintang yang kaku
Mengaduk warna nebula dan
menuangkannya ke jari-jari lentikmu
Aku cemburu
Lelaki yang menyeka setiap tetes air
matamu dengan usapan penuh kelembutan
Menghiburmu dengan boneka beruang,
coklat manis, dan cerita yang menyenangkan
Menyiagakan dadanya yang bidang
tempat kepalamu kau rebahkan
Mengelus perlahan rambut hitammu yang
kusut dan berantakan
Menarik ujung bibirmu agar kembali
memancarkan senyuman
Aku cemburu
Lelaki yang berkejaran denganmu di
bawah rinai hujan bulan desember yang ceria
Bercengkerama dengan rintik
gerimisnya, curahan derasnya, dan gemuruh badainya
Membayangkan berlarian di tengah
hujan salju belantara Eropa
Menari di bawah hujan meteor Lyrid di
padang belukar Afrika
Dan kau mengatakan hujan di hatimu
telah hilang selamanya
Aku cemburu
Kini telah cukup aku tangisi
kesalahan yang membuatmu pergi
Kini telah puas aku jelajahi
kekecewaan yang kau rasakan dalam hati
Kini telah genap aku sadari apa yang
diinginkan jiwa rapuh ini
Kini telah siap aku naikkan lagi sauh
yang berkarat di dermaga mimpi
Dan kini, aku hanya bisa menunggu
Apakah semua bisa kembali seperti
dulu lagi?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar