Senin, 09 Desember 2013

Suatu Ketika dan Seterusnya

Pada kesempatan kali ini ia akan bercerita tentang orang-orang hebat. Mereka adalah sahabat-sahabatnya sewaktu SMA. Berhubung mereka orang-orang yang hebat, izinkan ia untuk berganti posisi menjadi aku.


*****

ketika nanti kalian telah menjelma
entah menjadi kelelawar ataupun perkutut
aku akan tetap ingat bahwa suatu ketika
kalian adalah bocah-bocah yang lucu (?) dan imut (?)

Baiklah, langsung saja, di sini aku ingin memperlihatkan foto bocah-bocah laki-laki yang dulu menghuni kelas 2 dan 3 IPA 1 tahun 2009/2011 SMAN Tugunulyo. Mereka adalah:

1. Abdi Jamil Tukal

Jamil:

Cowok berbadan besar ini mempunyai kecintaan yang besar kepada negaranya, terbukti dari keaktifannya sebagai anggota pasukan Paskibra, kemudian menjadi senior yang senantiasa menularkan semangatnya kepada para junior. Pedrosa yang satu ini sering menghiasi suasana istirahat dengan alunan bait-bait musik rap (sejenis Bondan F2B) yang mengalir dari mulutnya dengan tempo cepat tanpa belepotan. Hobinya yang paling khas adalah doyan makan (damai masbro).



2. Agung Anugrahito

Agung:

Bosen. Mungkin istilahnya tidak cukup diwakili oleh kata itu (damai cuy), karena terlalu sering menjadi partner: rekan sebangku di kelas 2, sering satu kelompok di Seni Budaya, satu genre alat di Marching Band, dll. Satu ciri khasnya adalah sering sekali membantah pendapat orang lain sehingga sering terjadi eyel-eyelan dan parahnya, tidak mau mengalah. Meski pandangannya terhadap sesuatu sering dibuat simpel, hobinya yang paling aneh adalah sering terkena sial. Hal tersebut kemungkinan besar yang memberinya kemampuan membuat kata-kata yang sesekali bijak, sesekali puitis, dan seringkali mengatakan: ‘busuk!’ Gung, perlombaan kito sing disik-disikan nerbitke buku sido opo ora?



3. Ahmad Nur Sidiq

Ahmad:

Dibandingkan bocah-bocah sekelas, dia adalah sosok yang paling dewasa, terbukti dari jabatan patennya sebagai ketua kelas dan mempuyai gelar khusus: pak ReTe. Karena kemampuan kepemimpinannya sangat menonjol, dia juga memegang peranan penting di Rohis sebagai ketua selama satu periode. Kalau ingin mendiskusikan masalah yang serius, dia bisa menjadi tempat rujukan utama. Meskipun begitu, salah bila dikatakan bahwa dia orang yang selalu serius, ke-koplak-annya tidak kalah bersaing bila dibanding dengan yang lain, bisa jadi lebih bermutu.



4. Andi Prastiawan

Andi:

Bunga yang satu ini sangat energik. Tidak hanya mahir di bidang olahraga, dia juga seorang aktivis di OSIS. Dalam eyel-eyelan, bisa jadi dia yang paling logis. Dia adalah cowok paling alim di antara yang lain, salah satu buktinya adalah pertanyaan di kalimat terakhir. Dia termasuk bocah yang jarang terlibat skandal, ketika yang lain dihukum dia tetap bisa duduk dengan tenang. Ndi, persaingan kito sopo sing paling suwe jomblo isek lanjut kan?



5. Andry Wijaya

Andry:

Kalau mencari siapa maskot Bolipasa, menurutku dialah orangnya. Satu sifatnya ini membuatnya bisa mewakili tidak hanya kaum cowok saja, tetapi juga kaum cewek di Bolipasa: centil. Dia adalah gitaris utama setiap konser di dalam kelas. Dia seorang anak band yang sangat mencintai daerah kelahirannya, buktinya adalah dia seorang Pasukan Armada sejati. Dia terbilang sangat kreatif, sering didapati istilah-istilah aneh dari ucapannya. Ndry, siapo?



6. Rico Dwi Putra

Rico:

Rekan duduk selama kelas 3 yang satu ini orangnya sangat bersemangat, tampak dari keaktifannya di Marching Band. Dia orangnya cukup penyabar, buktinya dia selama setahun betah duduk dengan orang nyleneh sepertiku. Permainan gitarnya top. Rekan paling sering dalam mendiskusikan band-band pop Indonesia. Yang lucu adalah ketika dia sedang dimarahi atau maju ke depan kelas (damai Co). Dia salah seorang dedengkot Persatuan Dukun di Bolipasa.



7. Ridwan Hakiki

Kiki:

Pemanjat tebing yang satu ini barangkali adalah bocah yang paling tangguh. Dia seorang Pecinta Alam dan otomatis seorang penjelajah. Asalnya dari kecamatan yang lumayan jauh. Kalau ingin bertanya masalah asmara, dialah ahlinya. Kami tunggu cerito keindahan-keindahan alam yang sudah kau kunjungi, Ki.



8. Rio Rispandi

Rio:

Bocah yang baru bergabung ketika kelas 3 ini lumayan ‘nakal’ (damai Yo), dia yang paling sering tidak masuk kelas. Sepertinya dia seorang penggemar Kangen Band. Secara garis besar kehadirannya di kelas menambah hebat suasana di kelas.



9. Riyanto

Iyan:

Mbak (eh, Mas) yang satu ini orangnya relatif pendiam, tidak seperti bocah-bocah lain yang banyak tingkah. Dia selalu dikelilingi oleh banyak bidadari di kelas, membuat bocah-bocah lain iri, hehe. Meskipun tidak banyak tingkah, dia bocah yang paling ceria, suka menarikan tarian yang tidak jelas dari mana asalnya.



10. Tyas Al Arandi




Sekian dulu, mungkin bisa ditambahi kemudian hari.

Catatan:
* Terima kasih untuk pak ReTe atas koleksi foto-fotonya.
* Untuk bocah-bocah yang perempuan, akan menyusul kapan-kapan.

6 komentar: