Sabtu, 07 Maret 2015

Semoga Kita

Sajak ini ia persembahkan untuk mereka yang belum bertemu dengan 'kita'nya.



Kau dan Aku

Semoga hujan yang kau dan aku dengar di balik langit-langit tidak semerdu hujan yang kita resapi dari kolong langit 
Mungkin saja hujanmu selirih rinai dan hujanku sekeras badai, tetapi hujan kita akan paling merdu karena setiap tetesnya sendiri yang memainkan notasinya

Semoga senja yang kau dan aku potret di ujung hari tidak sejingga senja yang kita lukis dari peraduan mentari
 
Bisa jadi senjamu bersemu lembayung dan senjaku bercampur kelabu, tetapi senja kita akan murni jingga karena senja sendiri yang menjadi kanvasnya

Semoga rindu yang kau dan aku layarkan di laut lepas tidak sesyahdu rindu yang kita labuhkan dari samudra luas
Barangkali rindumu dinaungi harapan dan rinduku dibayangi keputusasaan, tetapi rindu kita akan paling syahdu karena rindu sendiri yang menjadi saksinya

Semoga sajak yang kau dan aku tebar di ladang pencarian tidak semisterius puisi yang kita tuai di padang pengembaraan
Mungkin suatu ketika puisi pernah menggelitikmu dan menertawakanku, tetapi puisi yang paling tahu rahasianya karena puisi yang akan memuisikan kita



4 komentar: